MAKALAH KONSEP DASAR IPA 1 “HUKUM NEWTON”

MAKALAH

KONSEP DASAR IPA 1

“HUKUM NEWTON”

Pengampu:

Warsiti, S.Pd

Disususn oleh:

Kelompok 6

  1. Apriliana Rejeki (II A/ K7109029)
  2. Arum Tri Subarkah (II A/ K7109035)
  3. Dyah Pratiwi (II A/ K7109066)
  4. Ernawati (II A/ K7109073)
  5. Fitria Ningsih (II A/ K7109084)

PROGRAM S1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

DINAMIKA PARTIKEL

Gerak suatu partikel ditentukan oleh sifat dan susunan benda-benda yang merupakan lingkungannya. Persoalan tentang berbagai macam lingkungan telah berhasil dipecahkan oleh Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum geraknya dan merumuskan hukum gravitasi universalnya.

  1. Hukum I Newton

Hukum I Newton dirumuskan sebagai berikut: “Bila tidak ada pengaruh dari luar, maka setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan”.Bila dirumuskan secara matematis Hukum I Newton adalah ∑F=0; artinya jumlah gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol.

Ungkapan diatas menunjukan bahwa benda bersifat inersia (lembam). Oleh karenanya Hukum I Newton sering disebut Hukum kelembaman.

Contoh soal:

Sebuah balok kayu bermassa 4 kg diletakan di atas meja kasar. Percepatan gravitasi 10 m/s2 dan koefisien gerakan antara permukaan meja dan balok adalah 0,2 dan 0,4. Berapa besar gaya gesekan jika balok ditarik dengan gaya P yang besarnya 6 N?

Diket : m = 4 kg

g = 10 m/s2

µ s = 0,4

µk = 0,2

Ditanya : ƒs = ?

Jawab :

Gaya tarik P = 6 N. Tampak P < ƒs maks sehingga balok tidak bergerak. Besar gaya  gesekan statis pada balok akan sama dengan gaya tarik P dengan demikian:

ƒs = P ó ƒs = 6 N

  1. Hukum II Newton

Hukum II Newton menyatakan bahwa: “Suatu gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan massa benda dan percepatannya”. Bila ditulis secara matematis hukum ini menjadi:

F =m.a

Dimana:  F   adalah gaya yang bekerja pada benda

m   adalah massa benda

a   adalah percepatannya

Hukum Newton tentang gerak ini merupakan dasar untuk memahami tentang sifat benda yang bergerak jika dihubungkan dengan penyebabnya yaitu gaya,dan dampaknya yaitu percepatan.

Dalam satuan Sistem Internasional (SI), satuan massa adalah Kilogram (Kg), dan satuan gaya adalah Newton (N). Selanjutnya Hukum Newton dapat ditulis:

F (Newton) = m (kilogram) x a (m/detik²)

Pengertian massa sering dikacaukan dengan pengertian berat. Berat suatu benda adalah gaya gravitasi yang dilakukan bumi kepada benda tersebut. Dengan demikian berat termasuk gaya, merupakan besaran vector,dengan araah menuju ke pusat bumi . Berat dinyatakan dengan satuan gaya, yakni Newton (Halliday & Resnick, 1985)

Bila benda dengan massa m jatuh bebas, percepatannya adalah g (percepatan gravitasi) dan gaya yang bekerja kepadanya adalah (gaya berat). Menurut Hukum Kedua Newton.

Karena     F =m.a, maka  F=w,  dan a=g.

Dengan demikian’

W  = m.g

Berat  = massa x percepatan gravitasi

Contoh soal:

Total gaya yang dihasilkan mesin pesawat Boling 747 adalah sebesar 8,8 x 100000 N.

Massa maksimum yang diijinkan pada pesawat jenis ini adalah 3,0 x 100000 kg.

Berapakah percepatan maksimum yang mungkin selama pesawat lepas landas ?

Jawab

m =3,0 x 100000

F = 8,8 x 100000

a = ?

F = m.a

a= F / m

= 8,8 x 100000

3,0 x 100000

a = 2,9 m/s²

  1. Hukum III Newton

Hukum III Newton tentang gerak menyatakan bahwa bila suatu benda melakukan gaya pada benda lainnya,maka akan menimbulkan gaya yang besarnya sama dengan arah yang berlawanan.Dengan kata lain, Hukum III Newton ini berbunyi:

Gaya aksi = Gaya  reaksi

Gaya  aksi = gaya yang bekerja pada benda

Gaya reaksi =gaya reaksi benda akibat gaya aksi

Untuk setiap gaya aksi yang dilakukan, selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan; atau gaya interaksi antara dua buah benda selalu sama besar tetapi berlawanan arah.Harus selalu diingat bahwa pasangan gaya yang dimaksudkan dalam Hukum III Newton ini bekerja pada dua benda yang berbeda.Gaya mana yang merupakan gaya aksi dan gaya mana yang merupakan gaya reaksi pada dasarnya tidak dapat ditentukan. Namun demikian, biasanya dalam soal fisika disebutkan bahwa gaya aksi adalah gaya yang kita lakukan, meskipun sebenarnya bisa dipertukarkan.

Hukum ketiga menyatakan bahwa tidak ada gaya timbul dialam semesta ini, tanpa keberadaan gaya lain yang sama dan berlawanan dengan gaya itu. Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah benda (aksi) maka benda itu akan mengerjakan gaya yang sama besar namun berlawanan arah (reaksi). Dengan kata lain gaya selalu muncul berpasangan. Tidak pernah ada gaya yang muncul sendirian!

Secara matematis, Hukum III Newton bias kitatuliskan sebagai berikut.

FA = – FB

Yang bisa dibaca sebagai “ gaya benda A yang bekerja pada benda B sama dengan negative gaya benda B yang bekerja pada benda A”.

Contoh soal:

Sebuah mobil dengan massa 1500 kg dan  kecepatan awal 15 m/ detik bergerak hingga mencapai kecepatan 45 m/ detik dalam waktu 6 detik. Berapakah gaya yang bekerja pada mobil?

Jawab

M = 1500 kg; vo = 15 m/ detik. V = 45 m/ detik, t = 6 detik

a = v – vo= 45 m/ detik – 15 m/detik = 5 m/ detik²

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: