Tugas Bahasa Indonesia Pembakuan Bahasa Indonesia

Tugas Bahasa Indonesia

Pembakuan Bahasa Indonesia

Dosen : Drs. Ngatman

Disusun oleh :

Sulatul ma’wadah 17/K109181

PROGRAM S1 PGSD KAMPUS V1 KEBUMEN

Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan

Universitas Negeri Sebelas Maret

2009

A. PENGERTIAN PEMBAKUAN BAHASA

Sebagai bahasa yang hidup, bahasa Indonesia telah dan akan terus mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan masyarakat. Luasnya  pemakaian bahasa Indonesia dalam keanekaragaman masyarakat telah mendorong berkembangnya berbagai ragam bahasa Indonesia dewasa ini. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh kelompok-kelompok masyarakat penutur yang berbeda latar belakang, baik dari segi geografis maupun social menyebabkan munculnya berbagai ragam kedaerahan (ragam regional) dan sejumlah ragam  social.

Salah satu ragam social yang bertalian dengan pokok bahasan ini adalah ragam bahasa Indonesia yang lazim digunakan oleh kelompok yang menganggap dirinya terpelajar. Ragam ini diperoleh melalui sekolah. Karena itu raga mini disebut ragam sekolah atau ragam tinggi. Dalam kaitanya semua ini patut dicatat bahwa bahasa Melayu diikrarkan sebagai bahasa Indonesia pada 28 oktober 1928.

Bisa diambil kesimpulan bahwa pembakuan bahasa adalah pengambilan keputusan untuk menggunakan salah satu bahasa dijadikan sebagai bahasa nasional atau bahasa resmi/bahasa baku. Pengertian dari bahasa baku itu sendiri adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan, biasanya digunakan dalam kalimat resmi baik lisan maupun tertulis.

B. LATAR BELAKANG PEMBAKUAN BAHASA

Diawal telah diuraikan mengenai pengertian pembakuan bahasa selanjutnya mengenai  proses pembakuan bahasa terjadi karena  untuk keperluan komunikasi. Dalam proses pembakuan atau standarisasi itu salah satu variasi pemakaian bahasa dibakukan untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu yang variasi itu disebut baku atau bahasa standar. Namun perlu diingat, dengan adanya pembakuan atau bahasa Indonesia yang baku, bahasa Indonesia yang tidak baku tetap hidup dan berkembang sesusai dengan fungsinya dalam komunikasi. Dengan demikian, pembakuan tidak bermaksud untuk memayikan variasi-variasi bahasa tidak baku.

C. FUNGSI PEMBAKUAN BAHASA

Fungsi pembakuan bahasa yaitu membakukan atau meresmikan suatu bahasa yang termudah agar mudah digunakan dan serasi penggunaanya, sama halnya dengan fungsi bahasa baku, karena bahasa baku merupakan hasil dari pembakuan bahasa itu sendiri, yaitu :  1. sebagai pemersatu

2. sebagai penanda kepribadian

3. sebagai penambah wibawa

4. sebagai kerangka acua

D. RUANG LINGKUP PEMBAKUAN BAHASA DAN CONTOHNYA

Dalam ruang lingkup terdapat 12 unsur-unsur yaitu :

a) pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada) secara eksplisit dan konsisten.

Contoh :

Bahasa Indonesia baku :           Adit berjanji akan pulang liburan ini.

Bahasa Indonesia tidak baku : Adit janji akan pulang liburan ini.

b) pemakaian fungsi gramatikal (subjek, predikat, dsb) secara eksplisit dan konsisten.

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : Fikri berlibur ke kota Semarang

Bahasa Indonesia tidak baku : Fikri ke kota Semarang

c) pemakaian fungsi bahwa dank arena (bila ada) secara eksplisit dan konsisten (pemakaian kata penghubung secara tepat dan ajeg).

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : Fadil tahu bahwa adiknya tidak lulus ujian.

Bahasa Indonesia tidak baku : Fadil tahu adiknya tidak lulus ujian

d) pemakaian pola frase verbal aspek + agen + verba (bila ada) secara konsisten (penggunaan urutan kata yang tepat).

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : hadiah itu telah saya terima

Bahasa Indonesia tidak baku : hadiah itu saya telah terima

e) pemakaian konstruksi sintesis (lawan analitis)

Contoh :

bahasa Indonesia baku : siswa memberitahu bahwa besok siang akan ada rapat osis.

Bahasa Indonesia tidak baku : siswa kasih tahu bahwa besog siang ada rapat osis.

f) pemakaian partikel kah, lah, dan pun secara konsisten.

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : bagaimanakah memasak sayur itu?

Bahasa Indonesia tidak baku : bagaimana cara memasak sayur itu?

g) pemakaian preposisi yang tepat

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : rezka pergi ke kampus dengan temanya

Bahasa Indonesia tidak baku : rezka pergi ke kampus sama temanya

h) pemakaian bentuk ulang yang tepat menurut fungsi dan tempatnya.

Contoh :

Bahasa Indonesia baku : semua mahasiswa diharapkan masuk ke aula

Bahasa Indonesia tidak baku : semua mahasiswa diharapkan masuk aula

i)pemakaian unsure-unsur leksibel berikut berbeda dari unsure-unsur yang menandai bahasa indonsia baku.

Conto :

Bahasa Indonesia Baku : pak Budi mengatakan bahwa hari ini praktikum

Bahasa Indonesia Tidak Baku : pak Budi bilang bahwa hari inin praktikm

j) pemakaian bahasa resmi yang sedang baku (eyd )

Contoh :

Bahasa Indonesia Baku : apotek, akhlak, aktivitas dll

Bahasa Indonesia Tdak Baku : apotik, ahlak, aktifitas dll

k) pemakaian istilahan resmi

Contoh :

Bahasa Indonesia Baku : Acak sahih tataran dll

Bahasa Indonesia Tdak Baku : Random, valid,level dll

l) pemakaian kaidah yang baku

Contoh :

Bahasa Indonesia Baku : Materi itu sudah kita kusai

Bahasa Indonesia Tidak Baku : Materi itu sudah dikuasai kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: